Penyuluhan Inovasi Pembuatan Minyak Gosok Herbal di Kelurahan Sarira, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja
Pemanfaatan kekayaan flora Nusantara sebagai solusi kesehatan mandiri terus menjadi fokus utama dalam program pemberdayaan masyarakat oleh akademisi. Sebagai bentuk dedikasi terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen dari Akademi Farmasi Toraja kembali menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, kegiatan difokuskan pada penyuluhan inovasi pembuatan minyak gosok herbal, sebuah produk esensial yang sangat dekat dengan keseharian masyarakat namun seringkali belum dioptimalkan pembuatannya menggunakan sumber daya lokal yang ada di lingkungan sekitar.
Kegiatan edukatif ini dilaksanakan pada Selasa, 2 Juli 2024, di Kelurahan Sarira, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja. Pemilihan lokasi ini didasari oleh melimpahnya tanaman obat keluarga (TOGA) di pekarangan warga yang belum dimanfaatkan secara ekonomis maupun klinis. Kehadiran tim pengabdi disambut hangat oleh warga setempat yang antusias mempelajari teknik pengolahan bahan alam menjadi produk kesehatan yang memiliki nilai guna lebih tinggi dibandingkan hanya mengonsumsinya secara mentah.
Dalam sesi inti, tim memberikan panduan praktis mengenai tata cara pembuatan minyak gosok herbal yang bermutu. Proses dimulai dengan teknik maserasi atau perendaman bahan baku seperti jahe, serai, kencur, dan daun cengkeh ke dalam minyak kelapa murni sebagai pelarut utama. Bahan-bahan tersebut dipanaskan dengan api kecil (metode double boiler) agar kandungan zat aktifnya keluar secara maksimal tanpa merusak struktur kimia minyak. Penambahan bahan aromatik seperti mentol atau minyak kayu putih juga disimulasikan untuk memberikan efek relaksasi dan sensasi hangat yang nyaman saat diaplikasikan pada kulit.
Tujuan utama dari inovasi ini adalah untuk menumbuhkan kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kesehatan dasar, khususnya untuk meredakan nyeri otot dan masuk angin. Selain memaparkan cara pembuatan, tim dosen juga menekankan pentingnya standar higiene selama proses produksi agar minyak gosok yang dihasilkan bebas dari kontaminan dan aman digunakan dalam jangka panjang. Edukasi ini diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar konsumen menjadi produsen produk kesehatan berbasis herbal untuk lingkup keluarga maupun potensi UMKM desa.
Sebagai penutup, seluruh peserta diajak untuk mempraktikkan langsung pengemasan produk ke dalam botol-botol kecil yang telah disiapkan. Diskusi interaktif mengenai legalitas produk tradisional dan cara penyimpanan yang benar menjadi penutup rangkaian kegiatan yang produktif tersebut. Melalui program ini, Akademi Farmasi Toraja berkomitmen untuk terus mendampingi warga Kelurahan Sarira dalam menggali potensi bahan alam lokal, sehingga tercipta masyarakat yang lebih sehat dan berdaya saing melalui inovasi kefarmasian yang berkelanjutan.