Penyuluhan dan Tata Laksana Penanganan Nyeri pada Lansia di Kelurahan Sarira, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja

Seiring bertambahnya usia, penurunan fungsi fisiologis pada lansia sering kali memicu berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah nyeri kronis yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari. Menanggapi fenomena tersebut, tim dosen dari Akademi Farmasi Toraja kembali melaksanakan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan ini berfokus pada pemberian edukasi mengenai tata laksana penanganan nyeri yang tepat, aman, dan efektif bagi kelompok lanjut usia guna meningkatkan kualitas hidup mereka di masa tua.

 

Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada Rabu, 10 Januari 2024, bertempat di Kelurahan Sarira, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada profil demografis wilayah yang memiliki jumlah penduduk lansia cukup signifikan namun masih memiliki keterbatasan akses terhadap informasi medis terkait manajemen nyeri mandiri. Sebanyak puluhan peserta dari kalangan lansia dan pendamping keluarga hadir dengan antusias untuk mendapatkan pengetahuan mengenai cara mengatasi keluhan nyeri sendi maupun nyeri otot yang kerap mereka alami.

 

Tujuan utama dari pengabdian ini adalah untuk membekali para lansia dan keluarganya dengan pemahaman mengenai klasifikasi nyeri serta penggunaan obat-obatan analgetik secara bijak. Selain itu, penyuluhan ini juga menekankan pentingnya mengenali efek samping obat kimia dan memperkenalkan alternatif terapi non-farmakologi yang dapat dilakukan di rumah. Dengan edukasi ini, diharapkan masyarakat Kelurahan Sarira tidak lagi melakukan pengobatan mandiri yang berisiko, melainkan lebih waspada dalam mengonsumsi obat sesuai dengan anjuran tenaga medis.

 

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdi yang terdiri dari kolaborasi dosen dan mahasiswa farmasi menggunakan pendekatan dialogis dan demonstrasi praktis. Materi yang disampaikan mencakup teknik kompres hangat dan dingin, serta latihan fisik ringan yang dapat mengurangi ketegangan otot pada lansia. Tim juga memberikan simulasi mengenai cara membaca etiket obat dengan benar untuk menghindari kesalahan dosis, mengingat faktor daya ingat dan penglihatan lansia yang mulai menurun memerlukan perhatian khusus dalam manajemen terapi.

 

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan sesi konsultasi kesehatan gratis di mana para lansia dapat bertanya langsung mengenai keluhan kesehatan yang mereka rasakan. Respon positif terlihat dari keaktifan peserta dalam berdiskusi mengenai mitos dan fakta seputar penggunaan obat antinyeri yang beredar luas di masyarakat. Melalui kegiatan ini, Akademi Farmasi Toraja berharap masyarakat di Kelurahan Sarira dapat lebih mandiri dan cerdas dalam mengelola kesehatan, sehingga masa tua yang produktif dan bebas nyeri dapat terwujud bagi seluruh warga.