


Kesadaran akan pentingnya penggunaan produk kecantikan yang aman dan bebas bahan kimia berbahaya kini mulai merambah ke kalangan remaja. Sebagai upaya nyata dalam mengedukasi generasi muda, tim dosen dan mahasiswa dari Akademi Farmasi Toraja melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan fokus pada literasi kosmetik alami. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis serta praktis kepada para siswi mengenai cara memanfaatkan potensi bahan alam di sekitar mereka menjadi produk kosmetik dekoratif yang memiliki nilai guna sekaligus aman bagi kesehatan kulit bibir.
Kegiatan edukatif ini diselenggarakan pada Kamis, 12 Agustus 2025, bertempat di SMA Negeri 4 Toraja Utara, Pangala Utara, Kecamatan Rindingallo, Kabupaten Toraja Utara. Lokasi yang berada di wilayah pegunungan ini memiliki tantangan tersendiri dalam akses produk kecantikan komersial, sehingga edukasi mengenai kemandirian produksi kosmetik alami menjadi sangat relevan. Sebanyak puluhan siswi mengikuti rangkaian acara dengan antusias, menyimak materi tentang bahaya kandungan logam berat dalam kosmetik ilegal serta keunggulan bahan organik sebagai alternatif jangka panjang.
Fokus utama pelatihan ini adalah teknik formulasi lip balm dan lip gloss dengan menggunakan bahan dasar minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil). Pemilihan minyak kelapa didasarkan pada kemampuannya yang luar biasa dalam menjaga kelembapan bibir serta ketersediaannya yang melimpah di wilayah Sulawesi Selatan. Selain itu, inovasi yang ditonjolkan adalah penggunaan limbah kulit buah naga sebagai pewarna alami. Kulit buah naga mengandung pigmen antosianin yang tidak hanya memberikan warna merah keunguan yang cantik, tetapi juga berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi bibir dari radikal bebas.
Proses pembuatan produk ini diawali dengan mengekstraksi pigmen dari kulit buah naga yang telah dibersihkan, kemudian dicampurkan ke dalam basis minyak kelapa dan lilin lebah (beeswax). Untuk membuat lip balm, konsentrasi beeswax dibuat lebih tinggi agar menghasilkan tekstur yang padat namun lembut saat dioleskan. Sementara untuk lip gloss, campuran minyak dibuat lebih dominan guna memberikan efek kilau (glossy) yang maksimal. Semua bahan dipanaskan dengan metode pemanasan tidak langsung hingga homogen, kemudian dituang ke dalam wadah kemasan sebelum mendingin dan memadat secara alami.
Selama kegiatan berlangsung, para siswi SMA Negeri 4 Toraja Utara tidak hanya menonton demonstrasi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pencampuran bahan dan pengemasan produk. Interaksi ini membuka wawasan baru bahwa produk perawatan diri yang berkualitas tidak selalu harus mahal dan berasal dari pabrikan besar. Melalui pelatihan ini, tim pengabdi juga menyelipkan motivasi kewirausahaan, mendorong para siswi untuk melihat potensi ekonomi dari pengolahan bahan alam dan limbah organik menjadi produk bernilai jual tinggi di masa depan.



Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditutup dengan pembagian hasil formulasi kepada seluruh peserta serta sesi diskusi mengenai cara penyimpanan kosmetik alami yang benar agar tidak mudah teroksidasi. Akademi Farmasi Toraja berkomitmen untuk terus konsisten melakukan pendampingan literasi kesehatan dan farmasi ke berbagai wilayah di Toraja. Dengan meningkatnya pengetahuan para siswi mengenai kosmetik alami, diharapkan mereka menjadi konsumen yang lebih cerdas dan mampu memelopori gaya hidup sehat di lingkungan sekolah maupun keluarga.
